Jumat, 30 Juli 2010

Jambore Teknologi Jadi Tolok Ukur Kreativitas


Murid SMKN 2 Wonogiri
Semarang, CyberNews. Agenda Jambore Teknologi yang berlangsung pagi ini (30/7) di Kompleks PRPP Jateng diharapkan mampu menjadi tolak ukur kreativitas, khususnya dari kalangan siswa sekolah menengah kejuruan (SMK). Ajang yang tak hanya memamerkan ekspo produk tetapi juga kompetensi ini dari seluruh SMK di Jateng ini akan dibuka Gubernur Bibit Waluyo.

Persiapan sejak kemarin sudah dilakukan dan secara bertahap penataan ruangan di beberapa Bale dan Sasana Kompleks PRPP. Berbagai prototipe berukuran besar maupun kecil sudah dipasang di stan-stan yang ada.

Kepala Balitbang Jateng Agus Suryono dan Kepala Dinas Pendidikan Jateng Kunto Nugroho beserta Event Organizer Jambore Teknologi, Benita Eka Arijani, yang menghadap Sekda Jateng Hadi Prabowo di Gubernuran Kamis (29/7) melaporkan situasi pameran yang sudah siap dibuka.

Hadi Prabowo memberi perhatian khusus terhadap aksi perakitan laptop yang menurutnya bisa menjadi tolak ukur bahwa tenaga-tenaga SMK siap pakai ini memiliki kemampuan yang tidak kalah bahkan mampu mendatangkan buyer.

"Terhadap laptop ini, kalau berhasil, daerah mungkin perlu membicarakan dengan Kementrian Pendidikan, supaya produknya dapat dilindungi. Sebab kalau bersaing di pasaran, kalau beli tentunya speknya harus begini dan begitu, akhirnya ketinggalan. Contohnya dulu ada mobil Timor, ada sepeda motor Banteng, tapi akhirnya tidak jelas," katanya.

Namun, sambung dia, jika yang membeli internal dan pemerintah daerah diberi keleluasaan memberi perlindungan terhadap pengusaha-pengusaha pribumi atas inovasi-inovasi baru, pengusaha pribumi ini akan lebih ringan," lanjutnya.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jateng, Kunto Nugroho saat ditemui dalam pantauan jelang pembukaan Jambore Teknologi 2010 di PRPP, mengungkapkan, persiapan sudah sesuai rencana yang disusun oleh MKKS SMK dan siswa SMK, mulai dari merancang desain stan hingga penempatan barang yang akan dipamerkan.

Dalam ekspo produk dan kompetensi SMK ini, lanjut dia, harapannya dapat dijadikan media pendidikan sebagai unjuk karsa SMK di Jateng yang terbagi atas 6 kelompok program keahlian, lalu juga sebagai media proses pembelajaran pendidikan, kemudian media informasi masyarakat, dunia usaha, serta stakeholder, dan terakhir sebagai ajang media transaksi bisnis bagi karya SMK yang terjual.

Pada ajang Jambore Teknologi 2010 ini SMK yang berpartisipasi sebanyak 367 sekolah dari jumlah total 1.102 SMK di Jateng baik negeri ataupun swasta.

Pembukaan yang ditandai dengan perakitan 1.000 laptop yang diikuti 200 murid SMK itu merupakan kali pertama di Indonesia. Pameran perakitan laptop ini dibagi enam kelompok yang masing-masing memiliki open space. Menurut Kunto, begitu dirakit, laptop yang dijual mulai harga Rp 2,5 juta itu dapat dibawa pulang oleh pemesannya.

Ada berbagai acara yang bisa dinikmati selain ekspo produk dan kompetensi karena inovasi dari SKPD mewarnai pameran ini. Stan Cybernews Suara Merdeka juga menampilkan beragam kreativitas yang diharapkan bisa menarik kalangan muda untuk bergabung dalam stan cybernetic tersebut.

Hari pertama ini juga digelar Sarasehan Pengenalan Iptek Nuklir pada pukul 14.00 dengan keynote speaker Deputi Menteri Riset dan Teknologi Bidang Jaringan Iptek Prof. DR. M. Syamsa Ardisasmita, DEA. Beberapa pembicaranya yakni Ir Prayitno (Dewan Energi Nasional), Dr Ir Sudi Ariyanto, M.Sc (BATAN), Dr Marsodi, M.Eng (BAPETEN).

4 komentar:

  1. rame amat ya, 367 sekolah bo! sukses terus ya...

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. wah mantap kang :D

    jangan lupa main ke om canel ya?

    BalasHapus
  4. teknnologi memang berkembang pesat, buktinya sampai ada jambore teknologi

    BalasHapus