Senin, 01 Agustus 2011

Tidur Siang Saat Ramadan Sama dengan Ibadah?

Illustrasi

Pertanyaan
Assalamualaikum Pak Ustaz, saya pernah mendengar dari teman bahwa orang yang tidur saat puasa Ramadan akan mendapat pahala. Bagaimana pemahaman tentang tidur saat berpuasa Ramadan atau ini hanya amalan yang dibenarkan saja atau bagaimana? Mohon pencerahannya.

(Hamba Allah, Jakarta)

Jawaban
Waalaikumsalam. Hamba Allah, kita harus tahu dari mana asalnya istilah tersebut. Rasulullah SAW bersabda, “Tidur sianglah karena setan tidak tidur siang,” (HR. Thabrani). Dari dalil tersebut, secara maknawi tidur siang itu diperbolehkan, terlebih lagi pada Ramadan. Jika dilakukan sesuai dengan tuntutan Rasulullah SAW tentu berpahala.

Hal ini juga didukung hasil penelitian yang diujarkan Dr Sara C Mednik dalam bukunya Take a Nap! Change Your Life justru menganjurkan untuk tidur siang. Menurutnya, tidur siang membantu proses memori, kesiagaan dan belajar hal baru. Penelitian National Aeronautics and Space Administration (NASA) menunjukkan bahwa tidur siang selama 26 menit bisa meningkatkan performa sebanyak 34 persen.

Lantas, apakah tidur merupakan ibadah?

Adapun dalil hadist yang menyebutkan bahwa "Tidurnya orang puasa adalah ibadah", seperti penjelasan Iraqi dalam Takhrij Hadist-Hadist Ihya, bahwa hadist ini diriwayatkan dari Abdullah bin Amr dan Abdullah bin Abi Aufa, namun semua sanadnya antara dhaif (lemah) dan maudhu (palsu).

Meski demikian, alangkah lebih baik jika memungkinkan kita beristirahat sejenak. Pasalnya jika tidur dijadikan alasan pahala, maka dikhawatirkan akan menjadi penjerumus kita untuk bermalasan.

Seperti Fatwa Seikh Muhammad Shalih Al Utsaimin (Lajnah Daimah) menanggapi orang tidur sepanjang siang Ramadan, beliau membaginya menjadi dua kondisi: Pertama, seseorang tidur sepanjang siang hari, tidak bangun hingga berbuka dan sengaja melalaikan salat. Orang ini telah bermaksiat karena meninggalkan salat pada waktunya, bahkan tidak salat berjamaah.

Kedua, seseorang tidur sepanjang hari dan hanya bangun untuk menunaikan salat berjamaah, setelah itu kembali tidur. Orang ini tidak berdosa, namun melalaikan kebaikan yang banyak.

Selayaknya, orang yang berpuasa memanfaatkan waktunya untuk salat, zikir, berdoa, dan membaca Alquran hingga terkumpul dalam puasanya berbagai ibadah.

Jika dia membiasakan ibadah saat berpuasa, hal itu akan mudah baginya. Namun jika dia membiasakan kemalasan dan santai, ibadah-ibadah tersebut akan berat baginya (disarikan dari Fatwa Syekh Muhammad Shalih Al Utsaimin).

Wallahu a’lam bisshawab

(Tim Rumah Zakat)
(ton)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar