Minggu, 05 September 2010

Persiapan Khusus Perjalanan Mudik 1431H

Untuk menjaga mudik tetap aman dan nyaman Kementerian Kesehatan mengimbau kepada masyarakat yang akan mudik agar mempersiapkannya dengan baik.

Adapun persiapan khusus tersebut antara lain, menjaga kondisi kesehatan sebelum melakukan perjalanan mudik. Selain itu, diharapkan para pemudik membawa perbekalan obat-obatan yang diperlukan.

“Istirahat yang cukup jangan sampai begitu selesai pulang kerja (apalagi macet sekali di Jakarta sekarang-sekarang ini) maka langsung berangkat mudik. Istirahat dulu kalau ada keluhan atau sakit tertentu, maka bagus kalau memeriksakan diri ke dokter dulu dan bawa atau siapkan obat-obatan,” ujar Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan RI Tjandra Yoga Aditama, melalui rilisnya yang diterima okezone, Sabtu (4/9/2010).

Menurut dia, selain membawa obat-obatan para pemudik juga harus memastikan bahwa kondisi kendaraan pribadi yang akan digunakan dalam keadaan baik. Karena, jika pemudik membawa balita dalam perjalanan mudik, maka hal tersebut dapat mengganggu kondisi kesehatan balita tersebut.

Lebih lanjut Tjandra mengatakan, para pemudik diharapkan tidak terlalu memporsir kondisinya dalam perjalanan. Jika memang dirasa sudah cukup lelah melakukan perjalanan, diimbau untuk beristirahat di tempat-tempat terdekat.

“Beristirahatlah kalau sudah lelah, jangan paksakan diri terus berkendara, lebih bagus lagi kalau secara periodik berisitirahat. Jangan memaksakan diri dengan meminum obat atau bahan tertentu yang dipercaya dapat meningkatkan daya tahan tubuh sesaat,” ungkapnya.

Para pemudik juga diingatkan untuk tidak membeli makanan secara sembarangan dalam perjalanan. Hal ini dikhawatirkan makanan tersebut tidak higienis dan dapat mengganggu proses pencernaan. Untuk itu, hendaknya para pemudik bisa memanfaatkan pos-pos pelayanan yang disediakan oleh pemerintah secara cuma-Cuma.

“Hati-hati kalau jajan makanan, jangan sampai mengkonsumsi makanan yang kotor sehingga dapat menimbulkan gangguan saluran cerna. Kalau diperlukan maka jangan ragu-ragu untuk manfaatkan pos kesehatan di sepanjang arus mudik yang sudah disediakan pemerintah semua pelayanan di pos itu adalah cuma-cuma,” paparnya.

Selain itu, diharapkan juga untuk para pemudik dapat mengendalikan tingkat stres yang dapat timbul akibat kemacetan atau yang lainnya. Karena kesabaran merupakan faktor yang penting dalam perjalanan arus mudik itu sendiri. “Begitu sampai ada baiknya beristirahat sejenak, jangan langsung berjalan-jalan menemui tetangga atau handai taulan. Keberhati-hatian di atas harus tetap dipertahankan,” tandasnya. [KangTiar]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar